"
Festival Museum Nusantara" dengan tema Kenali bangsa dengan mengunjungi
museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah yang disponsori oleh kemuseumyuk.com sudah dimulai sejak tanggal 21 Desember 2009, dan berakhir tanggal 31 Maret 2010.
Tujuan diadakannya
Festival ini untuk memicu pembicaraan mengenai
museum-museum di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Jadi bagi para sobat blogger ayo ikutan
Festival Museum Nusantara, selain untuk nambah ilmu juga ikut mengajak sodara-sodara supaya mencintai
museum nusantara untuk menambah kecintaan pada bangsa ini.
Jadi sob kali ini barajakom akan coba nulis tentang
museum nusantara di
festival ini, itung-itung nambah postingan, hee... abis lagi gak ada ide neh. Yah sekalian mo ngenalin salah satu
museum nusantara yang ada di Taman Mini. Walopun sebagian kita udah sering datang ke
museum waktu masih SD dulu, tapi gak ada salahnya jika baca tulisan mengenai "
Festival Museum Nusantara" ini, gak bayar kok.
Salah satu museum nusantara yang ada di taman Indonesia adalah Museum Pusaka. Museum ini berada di jalur selatan di antara Museum Keprajuritan Indonesia dan Museum Serangga. Museum ini bertujuan melestarikan, merawat, mengumpulkan, serta menginformasikan benda-benda budaya berupa senjata tradisional nusantara kepada generasi penerus agar merasa bangga terhadap bangsanya dan dapat dimanfaatkan bagi yang ingin melakukan studi dan penelitian mengenai senjata.
Pada awalnya koleksi museum merupakan koleksi pribadi Mas Agung, kemudian dihibahkan oleh Sri Lestari Mas Agung kepada Ibu Tien Soeharto selaku ketua Yayasan Harapan Kita. Setelah ditambah dengan pembelian, Museum Pusaka memiliki koleksi senjata tradisional nusantara paling lengkap, mewakili 26 provinsi di Indonesia.
Selain memperagakan benda-benda koleksi senjata seluruh nusantara, ruang pameran juga menginformasikan berbagai hal mengenai pusaka, misalnya rincian pusaka, ragam bentuk pusaka, zaman pembuatan pusaka, ragam hias bilah pusaka, berbagai pusaka khas daerah, pusaka dari zaman ke zaman, dan pusaka hasil temuan. Jenis-jenis kayu untuk membuat pusaka serta ruang besalen (tempat kerja empu pembuat keris) dan peralatannya melengkapi pameran.
Semoga dengan diadakannya Festival Museum Nusantara ini bisa mengembalikan jiwa anak Nusantara Indonesia untuk melestarikan aset bangsa yang sudah mulai dilupakan.